WARTA PAROKI

Rekoleksi Orang Tua Calon Penerima Komuni Pertama

JagoKomSos-Rabu, 26 Mei 2021, Tim Pelayanan Inisiasi Bidang Pewartaan Dan Evangelisasi mengadakan kegiatan rekoleksi untuk orang tua calon penerima komuni pertama. Acara yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB ini diikuti oleh orang tua dari seluruh calon penerima komuni pertama.

Sejumlah 106 peserta akan menerima komuni pertama pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 peserta berasal dari sekolah-sekolah Katolik di Ambarawa dan Bawen, sisanya sebanyak 32 peserta berasal dari beberapa Wilayah yang tersebar di Paroki Santo Yusup Ambarawa.

Dalam kesempatan ini, Romo Sigit yang menjadi salah satu pemberi materi menyampaikan pentingnya kegiatan rekoleksi bagi orang tua calon penerima komuni pertama ini,

“Rekoleksi ini dimaksudkan agar orang tua tetap terlibat dalam mendampingi iman anak ke depannya. Dengan kata lain, sesudah menerima Tubuh Kristus pada Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus nanti, orang tua tetap memiliki tanggung jawab untuk mendampingi dan mendidik iman anak.”

Mengingat Protokol Kesehatan yang harus diterapkan serta banyaknya jumlah peserta, terlebih kegiatan rekoleksi ini diikuti oleh kedua orang tua calon penerima komuni pertama, panitia membaginya menjadi tiga kelompok namun pelaksanaannya tetap dalam waktu bersamaan.

Kelompok pertama, orang tua dari sebanyak 72 calon penerima komuni pertama, bertempat di Aula SMP Pangudi Luhur, bersama Bruder Albertus Hariyadi FIC. Kelompok kedua, orang tua dari sebanyak 76 calon penerima komuni pertama, bertempat di Kapel SMP Pangudi Luhur, bersama Romo Agustinus Budi Nugroho, SJ. Sedang untuk kelompok ketiga, orang tua dari sebanyak 63 calon penerima komuni pertama, bertempat di Aula Asrama, bersama Romo Agustinus Sigit Widisana, SJ.

Adapun tujuan pemilihan tempat di kompleks SMP Pangudi Luhur Ambarawa ini adalah untuk memudahkan panitia dan petugas dalam berkoordinasi serta untuk penyesuaian dengan Protokol Kesehatan’ selama masa Pandemi ini.

Dengan mengambil tema ‘Mendampingi Iman Anak Di Era Digital Dan Masa Pandemi’, rekoleksi ini bertujuan untuk mengajak orang tua calon penerima komuni pertama untuk menyadari tanggung jawabnya akan perkembangan dan pendampingan iman anak. Terutama perkembangan iman anak di era digital dan di masa Pandemi’ ini.

Anak-anak seusia sembilan sampai sepuluh tahun yang akan menerima komuni pertama masih menjadi tanggung jawab orang tua, baik untuk perkembangan jasmani, rohani dan terutama perkembangan imannya.

Secara khusus, Bruder Aloysius Hariyadi FIC yang juga menjadi salah satu pemberi materi rekoleksi, menyampaikan beberapa pesan yang terutama diperuntukkan bagi para orang tua yang anak-anaknya hendak mengikuti komuni pertama.

“Dukungan dari para orang tua tentu akan menjadi yang pertama dan utama bagi anak-anak yang akan menerima komuni pertama. Dukungan tersebut akan mendorong anak untuk lebih berani terutama dalam perkembangan iman mereka. Tanpa dukungan orang tua, iman anak-anak tidak akan berkembang di dalam gereja. Oleh karenanya, anak-anak harus didorong terus-menerus untuk ambil bagian di dalam perkembangan gereja. Bahkan jika memungkinkan, anak-anak harus terlibat di dalam panggilan.”

Sedang Romo Agustinus Budi Nugroho, SJ yang juga menjadi pemberi materi, tak hanya mengajak peserta rekoleksi untuk mengambil contoh, terlebih merenungkan kehidupan iman Beato Carlo Acutis, milenial pertama yang dibeatifikasi.

Secara ringkas, Carlo Acutis lahir di London, Inggris, pada 3 Mei 1991 dan meninggal di Monza, Milan, Italia, pada 12 Oktober 2006. Pada usianya yang baru menginjak 15 tahun, ia adalah seorang remaja Katolik yang dikenal karena mendokumentasikan mukjizat-mukjizat Ekaristi di seluruh dunia dan mengkatalogkannya kedalam sebuah situs web yang dibuat oleh dirinya sendiri pada bulan-bulan sebelum ia meninggal akibat leukemia.

“Begitu besar cintanya pada Yesus Kristus yang ia alami dalam ekaristi. Ia menyempatkan setiap hari untuk mengikuti misa harian dan juga adorasi Sakramen Maha Kudus serta berdoa Rosario. Dia ingin mengenalkan pentingnya sosok Yesus Kristus di dalam hidup kita dengan keahliannya supaya semakin banyak orang mengenal Yesus dan semakin mencintai Yesus di dalam ekaristi.”

Lebih lanjut, ketika diminta untuk sedikit mengkaitkan pengalaman iman Beato Carlo Acutis dengan Tahun Ignasian, Romo Budi memaparkan,

“Menjadi jelas bahwa kehidupan Beato Carlo Acutis yang mencintai Yesus Kristus sangat sejalan dengan semangat spiritualitas Ignasian yang juga berpusat pada Yesus Kristus yang hadir dalam Ekaristi. Semoga dengan semangat dan berpusat di dalam Ekaristi, iman umat akan semakin disegarkan.”

Sebagai catatan, kegiatan rekoleksi bagi orang tua ini adalah bagian dari rangkaian penerimaan komuni pertama yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, 6 Juni 2021 yang bertepatan dengan Hari Raya Tubuh Dan Darah Kristus. Sebelumnya, juga diadakan pengakuan dosa bagi peserta calon penerima komuni pertama pada hari Rabu-Jumat, 2-4 Juni 2021.

Editor : Didik Prasetyo

Fotograferr : Christian Leton

Videografer : Paulus Indra Purnomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *