Pertentangan

Pertentangan ataupun perbedaan pendapat merupakan keniscayaan dalam kebersamaan kita selama pezirahan hidup di dunia.

Renungan Harian Katolik, Sabtu 2 April 2022, Pekan Prapaskah IV (Ungu).

St. Fransiskus dr Paola; Sta. Teodosia

Bacaan I : Yer. 11:18-20

Mazmur : 7:2-3.9b-10.11-12

Bacaan Injil : Yohanes 7:40-53

Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.”

Yang lain berkata: “Ia ini Mesias.”

Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.”

Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.

Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?”

Jawab penjaga-penjaga itu: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!”

Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: “Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!”

Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?”

Jawab mereka: “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.”

Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.

RENUNGAN

Pertentangan ataupun perbedaan pendapat merupakan keniscayaan dalam kebersamaan kita selama pezirahan hidup di dunia. Namun demikian, apakah kita sebagai orang beriman selalu Iari dari persoalan dan menghindari tantangan hidup hanya karena sebuah pertentangan dan perbedaan pendapat?

Hari ini, Yeremia mengajak kita semua sebagai orang beriman untuk belajar melibatkan Tuhan, yaitu menyerahkan perkara hidup kita kepada Tuhan, sembari kita melakukan dan menghadapi apa yang menjadi tugas serta tanggung jawab kita sebagai umat-Nya.

Ancaman akan pewartaan kebenaran sangat nyata digambarkan dalam Injil Yohanes: Yesus mewartakan kebenaran bahwa Dialah Mesias. Namun, jemaat yang dihadapi-Nya saat itu menolak kebenaran tentang Dia.

Kita pun sering kali seperti orang Farisi. Kita menolak sebuah kebenaran karena tidak ingin dibenci atau takut dijauhi oleh keluarga, teman dan sesama kita.

Beranikah kita sebagai orang beriman berdiri tegak untuk membela kebenaran dalam hidup sebagaimana Nikodemus membela Yesus?

DOA

Tuhan, buatlah kami berani untuk menghadapi perbedaan dan pertentangan saat kami memperjuangkan kebenaran akan kasih -Mu Tuhan. Amin.

Baca juga : Apa Yang Kita Imani

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org.

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Advertisements
Loading...
Advertisements
Loading...