Perayaan Minggu Palma 2022

Perayaan Minggu Palma menjadi pembuka rangkaian Pekan Suci, yaitu pekan terakhir Yesus berada di kota Yerusalem. Perayaan Minggu Palma juga sekaligus merupakan peringatan masuknya Yesus ke kota Yerusalem sebelum dikorbankan dan bangkit dari kematian pada hari ketiga.

JagoKomSos.Org – Terhitung sejak Sabtu hingga Minggu, 9-10 April 2022, Gereja Santo Yusup Ambarawa mengadakan Perayaan Minggu Palma. Total sebanyak enam kali Misa digelar sebagai pembuka rangkaian Pekan Suci tahun 2022 ini.

Dari jumlah tersebut, Misa dipimpin secara bergiliran oleh lima pastor, yaitu Romo Agustinus Sigit Widisana, SJ, Romo Aloysius Suryawasita, SJ, Romo Joanes Abdipranata, SJ, Romo Agustinus Budi Nugroho, SJ serta Romo Thomas Surya Awangga, SJ.

Sebagai pembuka Pekan Suci, Perayaan Minggu Palma tahun ini menjadi istimewa mengingat umat tidak terlalu dibatasi seperti pada perayaan-perayaan sebelumnya. Hal ini memungkinkan seiring pandemi Covid-19 yang sudah semakin kondusif.

Melansir dari data Litbang Paroki Santo Yusup Ambarawa, dari 3.345 umat yang mendaftar, tercatat total sebanyak 3.304 umat hadir selama Perayaan Minggu Palma, dimana sebanyak 174 umat berasal dari luar paroki.

Perlu dicatat, Panitia Paskah 2022, berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait, termasuk Satgas Covid-19, Tim Kesehatan dan kepolisian, sudah tidak terlalu menerapkan pembatasan jumlah umat. Namun demikian, penerapan protokol kesehatan tetap diberlakukan secara ketat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Umat Bagai Lautan Dengan Palma Di Tangan

Seperti halnya pengikut Yesus yang melambari jalanan di Yerusalem dengan daun palem sebelum Yesus memasuki wilayah tersebut pada waktu itu, umat yang hadir juga membawa dan melambaikan palem masing-masing.

Konon, mengalasi jalan dengan daun palem adalah kebiasaan yang dilakukan bagi orang yang berkedudukan tinggi di zaman itu dan masuknya Yesus Kristus ke Kota Suci Yerusalem adalah hal yang istimewa, sebab terjadinya sebelum Yesus wafat dan bangkit dari kematian. Itulah sebabnya Minggu Palma disebut pembuka Pekan Suci, yang berfokus pada pekan terakhir Yesus di kota Yerusalem.

Apa kata Keempat Penginjil?

Perayaan Minggu Palma merujuk pada peristiwa yang dicatat pada empat Injil, yaitu Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44 dan Yohanes 12:12-19.

Disebutkan bahwa umat mengeluk-elukan dengan palem di tangan saat Yesus memasuki Kota Yerusalem sebelum disalibkan, sampai akhirnya wafat dan bangkit pada hari ketiga yang dikenang umat Kristiani sebagai Hari Raya Paskah.

Cabang pohon palem juga menjadi tanda kemenangan di zaman Romawi, sehingga mereka melambaikan daun palem untuk merayakan kemenangan.

Dalam prakteknya sekarang, daun yang digunakan pun tak melulu hanya palem. Di beberapa negara yang tak memiliki palem, umat menggunakan tanaman lokal seperti bunga dan ranting pohon.

Nantinya, daun palem yang sudah diberkati saat prosesi ibadah akan dibakar dan digunakan untuk perayaan Rabu Abu pada tahun berikutnya.

Keledai Dan Perdamaian

Yesus tiba di Yerusalem dengan mengendarai keledai, binatang yang menyimbolkan perdamaian, bukan seekor kuda yang saat itu identik dengan perang.

Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus

Dalam peringatan Minggu Palma, umat diajak untuk merenungkan kisah sengsara Tuhan Yesus. Liturgi Minggu Palma dimulai dengan pemberkatan daun palem. Setelah itu, masuk dalam sesi Perayaan Ekaristi.

Daun palem yang telah diberkati Romo seusai misa biasanya akan dibawa pulang untuk dipasang di rumah masing-masing sebagai tanda telah siap untuk memasuki Paskah.

Baca juga : Makna Daun Palma Bagi Kita

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org.

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Advertisements
Loading...
Advertisements
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published.