Nabi Allah Yang Mahatinggi

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita,

Renungan Harian Katolik, Jumat 24 Desember 2021. Hari Biasa Khusus Adven IV (Ungu)

Bacaan I : 2Sam. 7:1-5.8b-12.16

Mazmur : 89:2-3.4-5.17.29;

Bacaan Injil : Lukas 1:67-79

Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, — seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus — untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

RENUNGAN

Karena Allah sudah membuat kerajaannya makmur dan sejahtera, Daud ingin membangun rumah bagi Allah. Tetapi Allah menolak: “Masakan engkau yang mendirikan rumah untuk Kudiami?” (2Sam. 7:5), karena Daud tidaklah murni dan berdosa terhadap Allah. Pada akhirnya, Allah berkenan bahwa Salomo-lah yang membuatkan rumah bagi-Nya (kenizah). Allah tidak membutuhkan rumah lahiriah, tetapi rumah batiniah, yaitu tinggal dalam palungan hati yang layak dan bersih dari segala dosa.

Yohanes Pembaptis, sang perintis, sudah menyiapkan kedatangan Mesias dengan menyerukan pertobatan untuk “pengampunan dosa-dosa mereka”. Dalam kekudusan dan kebenaran, Mesias akan lahir di tengah-tengah kita.

Dalam menyambut perayaan kelahiran Yesus, sering kali kita disibukkan oleh berbagai persiapan fisik, misalnya kandang, dekorasi, pohon Natal, hadiah Natal, acara-acara yang meriah bahkan juga latihan kegiatan-kegiatan liturgis. Bagi Tuhan, yang paling penting dan diharapkan justru adalah persiapan batiniah, yaitu palungan hati yang bersih dan murni.

Maka, pertobatan melalui Sakramen Rekonsiliasi, amal terhadap sesama, berubah dan kebiasaan-kebiasaan jelek, berdamai dengan siapa saja, yang harus kita lakukan dalam menyambut Bayi Yesus yang akan lahir itu.

DOA

Ya Yesus, datanglah dan lahirlah di dalam palungan hati kami. Amin.

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS”, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Advertisements
Loading...
Advertisements
Loading...