Mesias Memang Harus Menderita

Mesias memang harus menderita. Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.

Renungan Harian Katolik, Sabtu, 25 September 2021, Pekan Biasa XXV (Hijau), St. Sergius dr Radonezh

BACAAN I : Za. 2:1-5.10-11a

MAZMUR : Yer. 31:10-12b.13;

BACAAN INJIL : Lukas 9:43b-45

Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepadaNya.

RENUNGAN

Yesus untuk yang kedua kalinya, memberitahukan penderitaan yang harus ditanggung-Nya. Dengan mengulang sebanyak dua kali, Yesus bermaksud agar para murid-Nya segera memahami bahwa la sebagai Mesias memang harus menderita. Pada waktu itu, Yesus masih dipandang sebagai Mesias yang akan selalu menang dan tidak akan menderita.

Kita juga mungkin seperti para murid itu. Meskipun Yesus sudah berulang kali mengatakan kepada kita bahwa “Setiap orang yang mau mengikut Aku, la harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk. 9:23), tetapi hati kita belum siap juga untuk menerima dan bertahan dalam penderitaan karena iman kita. Bahkan, kita mungkin cenderung menghindari penderitaan dan mencari aman. Menjadi murid Yesus yang sejati pada zaman sekarang ini memang sangat tidak mudah. Apakah kita akan mundur? Tentu tidak.

Tuhan menciptakan kita dengan berbagai perlengkapan yang membuat kita bisa hidup dan kuat saat menghadapi kesulitan, seperti pikiran, hati nurani, kebebasan dan iman. Imanlah yang selalu membuat kita tidak kehabisan energi. Kita berdayakan berbagai anugerah Tuhan itu agar lebih kuat mengikuti Kristus dan ikut memanggul salib-Nya.

DOA

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami selalu bersyukur atas semua pemberian-Mu dalam diri kami dan mampukan kami untuk menggunakannya sebagai kekuatan dalam mengikuti Engkau. Amin.

Advertisements
Loading...
Advertisements
Loading...