Ibarat Biji Sesawi, Kecil Namun Berbuah Banyak

“Kerajaan Allah itu ibarat biji sesawi yang sangat kecil. Sesuatu yang kecil dapat mengubah keadaan. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kepada kita agar kita memperhatikan segala sesuatu yang kecil, perbuatan-perbuatan sederhana yang kecil dan jangan menganggapnya sepele.”

JagoKomSos-Puji Tuhan, di tengah status pandemi virus Corona yang kembali meningkat akhir-akhir ini, Gereja Katolik Paroki Santo Yusup Ambarawa diperkenankan untuk mengadakan Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XI yang diselenggarakan pada hari Minggu, 13 Juni 2021.

Perayaan Ekaristi hari ini menjadi begitu istimewa karena dipimpin oleh Romo Aloysius Suryawasita, SJ. Ini adalah kali pertama Romo Suryawaaita kembali menghunjukkan misa, terlebih karena beberapa waktu yang lalu Beliau terbaring sakit.

Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XI ini diselenggarakan baik secara offline di Gereja Santo Yusup Ambarawa, maupun disiarkan secara live streaming melalui Channel Jago Komsos.

Kerjakan Hal-Hal Kecil Dengan Penuh Cinta

Dalam homilinya, Romo Suryawasita menyampaikan makna pentingnya iman dalam kehidupan kita. Beliau secara khusus mengulas bacaan Injil hari ini perihal iman sebesar biji sesawi.

“Kerajaan Allah itu ibarat biji sesawi yang sangat kecil. Sesuatu yang kecil dapat mengubah keadaan. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kepada kita agar kita memperhatikan segala sesuatu yang kecil, perbuatan-perbuatan sederhana yang kecil dan jangan menganggapnya sepele.”

Romo Suryawaaita juga menambahkan kutipan dari Mother Theresa,

“Jika Anda tidak dapat memberi makan seratus orang, maka berilah makan satu orang saja.”

Sederhana, sepele, kecil, tapi sungguh berarti. Tidak semua dari kita dapat melakukan hal-hal yang besar, namun kita dapat melakukan hal kecil dengan cinta yang besar. Hal kecil, hal sederhana tapi dengan cinta yang besar. Jangan muluk-muluk, kerjakan hal-hal sederhana dengan penuh senyuman.

“Orang yang memberi dengan senyuman adalah pemberi terbaik karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Senyuman adalah tindakan cinta. Senyuman adalah hadiah bagi mereka yang diberi senyuman tersebut.” demikian Romo Suryawasita menambahkan kutipan dari Mother Theresa.

Damai Di Dalam Kasih

Mazmur 131 menyatakan, “Tuhan hatiku tidak sombong. Aku tidak menginginkan hal-hal yang muluk diluar kemampuan. Aku bahkan bayi yang merasa damai di pangkuan ibu.”

Lebih lanjut Romo Suryawaaita mengingatkan kita semua untuk mengerjakan hal-hal dengan penuh kasih, damai di dalam kasih. Ketika kita melakukan hal-hal kecil, hal sederhana, namun melakukannya dengan kasih yang besar, hati kita akan merasa damai. Senyuman adalah contoh tindakan sederhana dan bahkan mungkin dianggap kurang berarti.

“Jangan menginginkan hal yang muluk-muluk, hal yang besar, tapi puaskanlah pada hal-hal yang kecil. Kalau Anda puas dengan hal-hal yang kecil, Anda akan merasa damai, merasa tenteram.”

Kerendahan Hati Santo Ignatius Loyola

Santo Ignatius Loyola pada awal kehidupannya selalu ingin bertambah besar di mata dunia, ingin menjadi populer, menjadi perwira yang disegani, yang dikagumi oleh para bangsawan dan putri istana, serta menjadi besar di mata dunia. Namun pada akhirnya bertobat dan menjadi orang yang rendah hati.

“Kalau sama demi kemuliaan Tuhan, saya lebih memilih untuk dihina dan direndahkan daripada dipuji dan dihormati.”

Kita dapat meneladan kerendahan hati yang diajarkan oleh Santo Ignatius Loyola seperti kutipan di atas. Yesus sendiri bahkan memilih untuk dihina dan direndahkan. Yesus adalah jalan dan kebenaran.

Keutamaan rendah hati inilah yang harus kita teladan, yaitu dengan selalu merasa puas dan senang saat melakukan hal-hal yang kecil dan sederhana maupun sepele, namun melakukannya dengan semangat dan kasih yang besar. Selain itu juga tidak mencari kehormatan dan pujian, namun melakukannya demi kemuliaan Tuhan, sebab rahmat dari kerendahan hati adalah seperti biji sesawi yang sederhana tapi akan berbuah banyak.

Kehadiran Romo Suryawasita dalam menghunjukkan ekaristi ini sekaligus mengobati kerinduan umat. Dengan melihat kondisi usia serta kesehatan Romo Surya, Beliau tetap bersemangat dan dengan penuh kasih tetap menunjukkan cintanya untuk menghunjukkan misa. Keberadaan kembali Romo Suryawasita di tengah umat, secara tidak langsung mengajarkan agar kita semua tidak takut dengan virus Corona. Bersama kita bisa mengatasinya.

Advertisements
Loading...
Advertisements
Loading...