BACAAN HARIAN

Tuaian Banyak, Tapi Pekerja Sedikit.

Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.

Renungan Harian Katolik, Kamis, 30 September 2021, Pekan Biasa XXVI, Pw. St. Hierominus (Putih)

BACAAN I : Neh. 8:1-4a.5-6.7b-12

MAZMUR : 19:8.9.10.11;

BACAAN INJIL : Injil Lukas 10:1-12

Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.

Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.”

RENUNGAN

Para murid Yesus tidak hanya diberi tugas untuk mengikuti Yesus ke mana pun Dia pergi. Mereka juga diutus untuk ikut mewartakan Injil. Pada hari ini, Yesus mengutus para muridnya berdua-dua untuk berwarta dan satu kota ke kota yang lain. Yang menarik, sebelum mereka berangkat, Yesus berkata bahwa Ia mengutus mereka seperti anak domba di tengah serigala. Artinya, para murid itu akan menghadapi aneka macam bahaya dan mereka harus siap untuk menghadapinya.

Dalam perutusan itu, para murid tidak boleh membawa bekal apa-apa. Mereka harus mempunyai keberanian, hati yang tabah, pikiran yang kreatif, dan selalu yakin bahwa Allah menyertai mereka. Kita juga diharapkan seperti para murid itu, yaitu menjadi pribadi yang percaya akan penyertaan Tuhan, memberdayakan diri sehingga cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati dalam menghadapi situasi-situasi sulit, tidak mudah menyerah, dan tetap berpikiran jernih. Dengan demikian, kita selalu menemukan cara yang tepat dalam menghadapi banyak tantangan. Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendirian. Ia selalu bersama-sama dengan kita dan pertolongan-Nya selalu tepat pada waktunya.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami menjadi murid-murid-Mu yang tangguh dan kreatif dalam menjalankan tugas perutusan yang Engkau percayakan kepada kami. Amin.

Baca Juga : Jadilah Seperti Anak-Anak